Aku Sakaw Melawan Kecanduan Soft Drink

Aku Sakaw Melawan Kecanduan Soft Drink

Lupa kapan mulainya, mungkin sekitar tahun 2013 akhir saat harus bekerja dan kuliah menyebabkan tubuh membutuhkan supplement dan energi karena tenaga dan fikiran banyak terkuras.

Kerja malam sepulang kuliah, terbayang lelah dan ngantuk, mulailah aku mengenal kopi dan minuman suplemen tambahan, waktu itu mereknya M-xx sesekali minum mizxxx. Kopi tak memiliki banyak manfaat bagiku, meski sudah minum kopi menjalani kerja malam tetap saja mengantuk, saking ngantuknya aku pernah tidur di tempat sampah tanpa sadar. Pernah dikomplain konsumen juga karena melayani sambil terkantuk-kantuk

Aku mulai mengenal Kraxxxdeng setelah M-xx menghilang di pasaran, lumayan cukup membantu setelah meminumnya aku bisa bekerja semalaman tanpa terpejam sedikitpun bahkan jam sembilan pagi masih duduk santai didepan komputer mengerjakan tugas kuliah atau kerjaan atau teleponan dengan klien.

Kata-kata miring tentang Kraxxxdeng tak satu dua aku denger, bejibun. Temanku selalu bilang Kraxxxdeng adalah air kencing iblis. Tapi aku tak peduli, selalu menikmatinya dengan santai.

” Yang sudah saja sudah” itu adalah kata yang sering aku dengar ketika menegak minuman Taurin itu didekat teman-temanku. Maksudnya adalah bahwa seseorang yang pernah bekerja di sana meninggal karena ginjal dan kebiasaanya meminum Kraxxxdeng sama sepertiku. Namun lagi-lagi aku cuek.

Jika dihitung dari 2013 sampai sekarang (September 2019) tak terhitung berapa ratus bahkan mungkin mencapai ribuan minuman kaleng itu aku konsumsi. Karena aku selalu meminumnya dalam sehari paling sedikit satu dan rata-rata dua. Alasan kerja malam seolah menjadi pembenar kesukaanku pada minuman asal Thailand ini.

Aku dan caraku menikmatinya

Ditahun 2018 awal, aku sukses berhenti meminum Kraxxxdeng berkat someone yang baik, setia serta perhatian. Mengingatkanku tak pernah lelah untuk berhenti dan mengantar minuman segar lainnya untuk menggantikanya seperti jus yang jelas-jelas lebih sehat.

Untuk melawan ngantuk aku mulai beralih dengan kopi, awalnya menyukai Kopi Mocca punya nesxxx lama-lama beralih ke goxxx dengan rasa mocca juga. Setidaknya itu lebih baik Kraxxxdeng menurut someone ku. ” Gak ada yang sakit ginjal karena kopi setahuku” begitulah iya meyakinkanku.

Tapi itu tak berlangsung lama, seiring hubungan kami yang kandas (bagian ini tak perlu di bahas). Aku kembali mengkonsumsi racun itu padahal sudah tak kuliah lagi dan jarang kerja malam lagi.

Kegilaanku pada Kraxxxdeng semakin menjadi jadi ketika mulai bekerja di Txxxn (sebuha toko bahan dan alat kue), ini gila dalam hatiku tapi aku tak bisa mencegahnya, sehari tiga kali sama seperti minum obat. Berangkat kerja, saat makan siang dan pulang kerja celakanya aku kurang mengontrol pola makan dan junk foods menjadi kebiasan baruku yang lebih buruk.

Aku hanya fokus pada Tigrilesida yang kuderita, sehingga dua atau tiga bulan sekali selalu cek darah. Tak sempat olahraga aku mulai membiasakan jalan kaki kemanapaun pergi selama masih terjangkau.

Kembali pada kegilaan ini, aku sadar ada resiko yang cepat atau lambat menantiku. Aku sungguh-sungguh merasakan sesuatu itu dekat adanya akibat kebiasan buruk ini.

Suatu malam aku lupa menyiram lantai kamar mandi setelah kencing karena ngantuk dan betapa kagetnya ketika pagi hari kulihat banyak semuat disana. Aku tahu itu artinya ada yang tak beres dengan air seniku, setidaknya zat gula.

Namun hal itu tak membuatku bergerak untuk berhenti, aku membayangkan apa jadinya jika aku tak meminumnya mungkin aku akan sekarat kehausan dan kelelahan kemudian mati. Aku menghapus apa saja hal buruk dari dampak itu diotakku.

Pagi dalam perjalanan ketempat kerja, muncul ditimeline info yang membuatku bergidik ” akibat kebanyak minum softdrink, lelaki ini nyaris kehilangan daging”. Kulit disekujur tubuhnya melepuh dan dagingnya terlihat. ini akibat kelebihan turine yang ada pada Kraxxxdeng.

Lihat yang ada didalam plastik.

Lama merenung, hari itu akhirnya aku memutuskan untuk berhenti meminum zat empedu si raja banteng, apapun yang akan terjadi aku akan berhenti meminumnya. Aku menyibukan diri dengan kerja dan kerja ditambah akhir-akhir ini suka seperti ada rasa gatal di kantung kemih. sehari dua hari semuanya biasa aja.

Ada semacam ajakan diotak agar aku bergegas kewarung atau minimarket untuk segera membelinya bahkan aku sering berhayal jika aku sedang berjalan ke Alfxxxx dan kemudian meneguk kesegaranya. Dari yang kubaca itu bagian dari sakau karena tubuh meminta dan otak memerintakannya.

Jadi aku harus sakau, aku sakau?

Benar saja, beberpa hari kemudian tubuhku mulai meronta dan meminta, sama seperti seseorang sedang puasa membayangkan sop buah pasti rasanya sangat segar, begitu juga denga diriku yang kehausan Kraxxxdeng. Badan mulai lemas, konsetrasi kerja hilang dan mulai gatal-gatal di tubuh dengan bercak merah.

Puncaknya pada suatu malam jumat badanku panas dingin tak karuan dan sepertinya aku mengigau. Ini untuk kali pertama aku merasakan menggil panas dingin semenjak tahun 2010. Paginya aku bangun seperti biasa sangat biasa bahkan, bangun, mandi dan berangkat kerja. Aku merasa berangkat kerja namun apa yang terjadi justru aku masih terbaring ditempat tidur dengan sakit disekujur badan seperti habis digebukin warga se RW.

Dengan perut terasa begah sementara mulut terasa pahit, mata tak kuat menatap cahaya dan kepala nyaris seperti berjalan terbalik.

Sehari sebelumnya aku sudah merasakan ada yang tak beres dengan perut aku kira sakit maag, maklum pola makan tidak teratur.

Hari itu aku memeriksakan diri, diagnosa dokter ada masalah dengan penceranaaku. Dianjurkan untuk banyak minum air dan istirahat yang cukup serta hindri stress. Dipenghujung pemriksaan dia menyarankan untuk cek ginjal dan darah. Untuk sejenak aku terdiam, tak bisa berkata kata.

Sabtu ini aku ingin cek darah tapi karena paginya aku harus minum obat demam dan diare, jadi saja aku lupa kalau cek darah itu harus puasa.

Tak sabar rasanya ingin segera cek darah dan ginjal untuk mengetahui hasil pastinya. Lalu apa yang terjadi jika aku menderita gagal ginjal dan harus cuci darah dan sebagainya?

Yang paling berat adalah bagaimana aku harus menceritakan hal ini pada ibuku. Semoga aku baik baik saja.

Write a Comment

Register

You don't have permission to register