Dari Balik Jeruji…

Dari Balik Jeruji…

Lama sekali ingin menuliskan ini tapi karena satu dan lain hal maka jadilah beberapa hal, selalu tertunda untuk menuliskanya. Kali ini dan kali mencoba menuliskanya

Hari itu biasa bahkan teramat biasa untuk sebuah hari, saking biasanya bahkan tak terasa sore akan segera berganti malam. Insan di dunia ini mungkin terlalu betah hingga tak terasa begitu cepatnya waktu itu bergulir. Sedetik dua detik kemudian suasana berbeda ketika sebuah pesan pendek masuk via WA dari seorang teman, tak ada pengantar apa-apa hanya link saja.

Ah… aku mengenalnya, dia fhoto itu tampak kusut dan lelah. Namun bukan itu yang membuat aku begitu kesal. Ratusan warganet membanjiri komentar dengan cacian dan makian yang luar biasa.

Dia kuat dan teramat kuat, kesedihan yang dalam itu sepertinaya tetap tersembunyi setidakanya itu yang aku lihat dari berbagai statusnya terutama di facebook. Walau bagaimanapun, istri mana yang tak bergetar menyaksikan suaminya dijemput paksa di tengah malam buta oleh aparat hanya oleh karena.., ah sudahlah.

Dalam sebuah renungan yang dalam berbekal bacaan politik yang terbatas tapi aku meyakinkan kasus ini sangat politis. Pertanyaan pertama, seberapa bahaya konten dan blog tersebut sehingga membagikannya adalah ancaman bagi keutuhan negara. Pertanyaan yang tak kalah lagi adalah kenapa sipembuat blog tersebut tak pernah di sebutkan.

Pertanyaan ini aku lemparkan diforum, tapi bukan jawaban yang pas namun lagi-lagi cacian yang kudapat. “penyebar hoak kok di bela” begitulah kata mereka. Aku tak patah arang mencoba mendiskusikan ini kepada lembaga yang mengerti hukum.

Ada sedikit pencerahanan,” pasal itu mengharuskan menunjukan siapa atau apa objeknya dan mana buktinya objek yang terpapar”. Namun di akhir aku hanya lagi-lagi hanya bisa terdiam “lembaga” ini tak mau memberikan advokasi hukum karena kasus sangat kental nuansa politiknya.

Rumah itu cukup bersahaja, tak banyak berubah.

Namun aku kaget juga rupanya jeruji besi tak membuatnya kapok, di twitternya berseliweran tulisannya mengkritisi pemerintah.

Write a Comment

Register

You don't have permission to register